Senin, 16 Juli 2012

Aku Akar



I
Di tanah, semua malam. Gelap. Dan aku serupa akar yang menembusnya, dalam. Tapi semakin dalam aku menembus malam, 
hatiku semakin lusuh dan tak penuh. Aku merambat menuju air, tapi air begitu jauh. Aku semakin haus. Dimana air itu? Dimana kehidupan itu? Di mana menghidupkanku?
II
Akarku semakin dalam, semakin malam. Semakin muram. Semakin suram. Matahari tak kunjung membawa misteri itu pergi. Aku sendiri, 
merengkuh salibku sendiri. Memeluk hijab yang hangat terbalut 
sepi.
***
I
On the ground, all is night. Dark inside. I pierce it like unruly roots. Regretting of why would I grew downward. Too deep but despondent. I'm getting in through the night of ground, on darkness, I pierce out and in. And out and in. But my heart is getting shabby and unfulfilled. I was creeping toward the water, but the water isnt near. Distant. Severe. I'm getting more thirsty, and I hear no voice of rush.
Where's the water? Where is the life? I’m wretched.


II
and when there was no hope because I've grown too deep inside, My so called roots even more powerful, and more nights come. More somber. More bleak.
The sun will never take the mystery away. I myself, grabbed my cross alone. I, my only self, wrapped my soul with a Hijab. All alone.

Diamku

Diamnya batu bukan diamku. Diamnya angin, itu diamku. Diamnya tanah, bukan diamku. Diamnya air, itulah diamku.

Diamku adalah bunga yang kembali menguncup,
menepis kumbang yang akan menyerap sari-sarinya.

Diamku, serupa air tenang, tetapi mengaramkan kapal-kapal besi.

Diamku, laksana bulan. Membulat hebat.

Diamku, bagai api. Api yang menyala tanpa kobar amarah.

Diamku, hanyalah seperti batu nisan yang ditinggalkan mayatnya


My Silence


Silence of a stone, not mine. 
Silence of wind, mine
Silence of soil, not mine.
Silence of water, mine

My silence is like a flower that closes back,
dismiss the beetles who will suck her juices.

My silence, like calm water that sink the iron ships.

My silence, like the moon. Great round.

My silence, like a fire. The fire that burns without flames of anger.

My silence, just like the gravestones of abandoned corpse.

Senin, 25 Juni 2012

A Blind Desire


KERINDUAN BUTA

Kita menyulam kerinduan buta dalam kaos itu, segelas es di siang bolong dan jembatan yang selalu dilewati jutaan mesin tiap hari. Pada saat itu kau membaca bahwa jiwaku menggigil. Dan aku bertanya, apa itu? apa yang salah? dan apa yang harus dilakukan? dan apa yang menjadi? bagaimana menjawab, aku bertanya dengan suara tergetar berliku.

Di waktu lain, ada keraguan di wajahmu dan ia berubah begitu biru dan menyamar.
Aku tak bisa membacanya, hanya bekas luka yang jengkel. Dan saat itu, aku seperti masuk sebuah rumah biru yang memiliki banyak batas di antara batas, jarak seperti menepuk-nepuk, ruang yang berbeda yang kusut tak tertata, yang kian buat kita buta. Dan kita hanya bisa menutup mata.

Lalu kita berhenti. Aku tidak bisa melihat batas-batas itu, invissible!, kataku. Lalu batu-dingin jiwaku terluka membentur dinding yang tak terlihat itu, yang membuatku dan kamu terpisah.
Mungkin dengan jiwa yang sama, kita memiliki sungai. Sebuah sungai panjang nantinya....tapi harapan hanyalah batu-batu rajam.
Aku akan tumbuh. Bangun. Menyangga kepalaku sendiri agar dapat melihat hatimu yang biru dan tubuhmu yang marah. Licin, menggigil, tergetar dalam kerinduan. Karena aku melihat keinginan kita telah kering. Tapi di atasnya aku merindukan senyum itu.
Senyum yang selalu kudamba.

A BLIND DESIRE

We embroider a blind desire in a T-shirts, a glass of ice in a broad daylight and the bridge which is always passed by millions of machines every now and then.
At that time you read something in my shivering soul. I asked with a meandering voice. what is that? what is wrong? and what I have to do? and what is to become? And how to answer?

At a time again, there is a doubt in your face turning up so blue and disguise.
I can never see what is meant to it, only a scar that miffed. So, I enter a blue house which has borders in each limit, dissordered in tangle, plumped by distance, different space. It blinds us. then we just close our eyes and we stop. I can not see the borders, invisible, I said.
Then my stone-cold soul wounded against that invissible wall, which throw us apart. We have, perhaps, a river of desire. A long river....But you know, hope is just a stoning stone.
I grew up, wake up. Keep my head up to see no more but that blue heart of your indignant body. Sleek, chills, shakes, and desire. Because I can see that our soul is dried upon
which your smiles are craved on my heart.

 

Rabu, 20 Juni 2012

Renjana

Diammu seribu bahasa
yang membuatku mengerti segala
tentang keindahan hati
tentang sejuta getar
yang turut dibawanya serta.




 

Penemuan

Hanya ada satu diam, satu tatap mata, dan satu makna di dalamnya.
Aku mengerti
Aku mengerti



Kamis, 14 Juni 2012

Black Sand

Pasir Hitam

Di lembar demi lembar
Pasir hitam yang menakutkan itu
Aku menghitung namaku
Dan segala yang dibawa
Dan segala yang membawa
mengeras, tumbuh mengeraslah ia

Berlari dengan benci, berlari
Ingin membagi yang telah terbagi yang belum dibagi yang akan membagi.
Aku takut atau
 aku takut
Pasir hitam adalah namaku


BLACK SAND

On the sheets of the dreaded black sand
I counted my name
And all that brought and all that brings,
Running a hate, running...

For I want to divide the split
but it grew louder,
or louder
the split wont divide...


I'm afraid or
I was afraid for

the black sand is my name


Selasa, 12 Juni 2012

To Our Land


To Our Land
I want to hear your story about the darkness
That houses the wound is etched clearly in your eyes
You, and your people
I and this world
our common
,
Trying to pull
the weed that grows in our yard molt
Which grew so long
Grew so long
 separate us from the highway
For I want to remove your blood
the childs, the mother
and the blood that shakes me
Of bloodshed, of revolution, and of aches
Of memories that won’t fade 
even a thousand million years
we live
Grass that grew,
 so easily raised, 
blocking our way
some of which ensnare our feet

some of which made us blind
And we fall
And we fall

I want to rise with the fire burning in my chest
I want to get up with one word:
of separation
About your wailing and crying
Above freedom
Under my feet